KOMPAS.com -Di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat di ruang digital, isu kepercayaan menjadi salah satu tantangan utama yang perlu dijawab untuk memastikan ekonomi digital dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligenceatau AI), telah menghadirkan berbagai kemudahan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, di saat yang sama, teknologi juga memunculkan tantangan baru, mulai dari penyalahgunaan identitas, manipulasi dokumen, hingga maraknya penipuan digital yang berpotensi menggerus kepercayaan publik.
Karena itu, kepercayaan digital ataudigital trust dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem digital yang aman, transparan, dan dapat diandalkan oleh masyarakat.
Isu tersebut disampaikan dalam ajang MatchCAP Singapore 2026. Forum yang difasilitasi oleh Endeavor, organisasi nirlaba yang berfokus pada pengembangan high-impact entrepreneur di berbagai negara, mempertemukan 59 perusahaan bertumbuh tinggi dan 73 investor global dari Asia Tenggara, Timur Tengah, serta Eropa.
Baca juga:Jakarta Berpotensi Besar Jadi Pusat Ekonomi Digital Indonesia
Dalam forum tersebut, CEO dan Founder Privy Marshall Pribadi yang terpilih sebagai Endeavor Entrepreneur pada 2018 dipercaya menyampaikan opening remarks sekaligus berbagi perjalanan Privy bersama Endeavor serta pandangannya mengenai masa depan kepercayaan digital.
Marshall mengatakan, perkembangan Privy selama delapan tahun terakhir tidak terlepas dari dukungan ekosistem dan jejaring yang dibangun melalui komunitas kewirausahaan global tersebut.
“Saya terpilih menjadi bagian dari Endeavor Entrepreneur sejak 2018, dan sejak 8 tahun lalu hingga sekarang, pertumbuhan yang kami capai di Privy dengan peningkatan pendapatan 25 kali lipat dan lebih dari 71 juta pengguna terverifikasi, tidak akan terjadi tanpa jejaring atau networking yang tepat di sekitar kami,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (8/6/2026).
Meski demikian, Marshall menegaskan bahwa sejak berdiri pada 2016, visi Privy tidak hanya berfokus pada penyediaan layanan tanda tangan elektronik.
“Sejak awal, visi kami bukan sekadar menyediakan tanda tangan elektronik, melainkan membangun ekosistem kepercayaan digital atau digital trust,” katanya.
Baca juga:Riset Access Partnership 2023: Google Play Beri Dampak Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia
Menurut Marshall, kepercayaan kini menjadi elemen mendasar dalam berbagai aktivitas digital, terutama ketika semakin banyak keputusan, transaksi, dan layanan yang berlangsung secara daring.
“Seiring meningkatnya aktivitas digital lintas industri, kepercayaan merupakan mata uang utama dalam interaksi digital. Terlebih di era AI, semakin banyak keputusan, transaksi, hingga proses bisnis yang bergantung pada identitas yang terpercaya dan dokumen digital yang autentik,” ujarnya.
Menurut dia, masa depanekonomi digitaltidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghadirkan inovasi teknologi, tetapi juga oleh kemampuan 创建一个能够保证可信身份、通信和交易的系统。
因此,数字信任是构建良好数字治理的重要组成部分。 The existence of a strong identity verification and document authentication system is considered to help reduce the risk of identity misuse and increase people’s sense of security when carrying out activities in the digital space.
Prvy 认为数字信任由三个主要层组成。第一,可信身份,确保个人和机构的身份能够安全、准确地得到验证。
其次,可信通信渠道或维护数字交换信息完整性的可信通信渠道。

Leave a Reply